SAYA DAN MAHADAYA

Saya dan Mahadaya.

Mada

Saya masih ingat benar hari itu. Satu orang yang sudah saya dengar sebelumnya bahwa akan masuk Karyawan baru yang satu alumni dengan saya dari Kampus Rakyat.

Saya menganggap diri saya bisa merasakan aura “manusia-manusia” dari Kampus Rakyat itu. Bahkan bukan isapan jempol jika kita berada dalam 1 kereta, walau tidak saling sapa, kita bisa tau mana lulusan kampus Rakyat atau bukan. Entah bagaimana mendefinisikannya, tapi ya…. Kita bisa tau saja.

“Saya Mada pak…” katanya ketika saya menyapa dan mengulurkan tangan.

Dan perbincangan kita langsung “sengit” mungkin karena tidak begitu jauh usia. Mulai Dari soal Politik sampai pada soal Takdir.

“Kita Ke Lotteria. saya beritahu anda tentang Konsep Takdir…” Kata saya karena merasa dapat teman ngobrol yang satu Frekuensi.

Kita jalan duluan, dibelakang kita menyusul Genk Lotteria. Novan, Asep, Yadi, Yasa dan beberapa yang lain.

Seperti biasa, kita duduk dibangku luar Lotteria yang memang jarang sekali orang duduk disana, seringkali saya “Mengikhlaskan” sebagian uang saya untuk membeli beberapa makanan kecil lotteria agar kita merasa lebih nyaman untuk bisa ngobrol ngalor ngidul selama waktu istirahat ditempat itu.

Tapi jika kita tidak punya uangpun, alasan yang cukup kuat yang sering dikatakan oleh novan, sehingga kita tetap percaya diri untuk bisa ngobrol disana.

“Kita khan bawa Traffic Pak Kris… biar keliatan banyak yang beli…” kata Novan ada benarnya.

Pak Mada cukup baik dalam menceritakan sesuatu, selama 2 hari saat istirahat, kita, terutama saya, dibuat diam dan mendengarkan perjalanan hidup beliau dari kuliah, lulus, pekerjaan, Pernikahan, Pekerjaan, sampai hingga titik saat ini. Cukup enak untuk didengarkan dan sesekali jadi guyonan kami jika sedang cocok momentnya.

Sejak saat itu, Anggota Genk “Setengah” Besutan Novan, Bertambah 1, dan kita menobatkan beliau sebagai Al Muqarom, Al Habib, Al Sayid. Mada Azhari.

Cukup banyak obrolan yang terjadi selama satu kantor ini, tapi satu kalimat pendek yang tidak pernah saya lupa dari beliau ketika membicarakan topik yang paling dia merasa kuasai, yaitu soal wanita :

“Pak, Anda bisa mendapatkan wanita manapun.. apapun.. asal anda bisa memberi yang para wanita sangat damba-dambakan…”

“Apa pak??” Tanya saya penasaran,

“KEPASTIAN”.

Sesaat saya terdiam, tapi kemudian. Kita nyengir dan akhirnya tertawa terbahak-bahak.

Dalam hati saya berkata. “Saya setuju dengan anda”.

 

TIdak lama setelah itu, Badai Pandemi Covid menyerang. Genk kami adalah yang termasuk “santai” menghadapi pandemic ini. Mulai dari isu soal Konspirasi, Invasi China, Efek 5G, sampai metode shock terapi agar dunia terbiasa dengan dunia online.

Pada Saat itu, Protokol hanya sekedar diatas kertas saja. Suasana masih sangat seperti biasa. Sampai akhirnya saat itu datang. Saya, Kawan kantor  Serta Pak Mada…. KAMI TERPAPAR.

Ketika 3 hari saya di RS. Tiba-tiba ada pesan masuk ke HP saya dari Pak Mada.

“Pak Kris, Maaf ganggu. Waktu awal kena, rasanya gimana?? Pegel-pegel ga?”

“Iya pak, kaya tipus. Pak Mada pegel-pegel??”

“Iya nih.. kayanya aku kena nih…”

Dan 20 hari berlalu. Saya dan Pak Mada sudah pulih dan masuk kantor kembali. Lotteria udah tiada.

Pohon Cherry samping masjid kantor jadi tempat alternative untuk kembali saling “meracuni” isi kepala kita. Pembahasan tidak pernah bosan dari soal Pandemi dengan segala seluk beluknya. Selalu seru, mulai dari hal terdekat, sampai analisa ngasal yang sering kali kita pakai untuk kesenangan membuat orang lain terbengong-bengong mendengar pembicaraan kita.

Obrolan setelah Pandemi, seringkali lebih serius antara saya dan Pak Mada, tentang apa saja, Mulai dari keresahannya, sampai hal yang terbesar yang harus dia lakukan.

Panjang Umur Perjuangan.

Dan Hari itu akhirnya datang. Hari ini. Senin, 2 Agustus 2021. Mada Azhari. Seorang kawan yang tidak mengenal kasta. harus berlabuh di kapal yang lain.

Sukses Terus pak. Senang mengenal anda di waktu yang tidak lama ini.

Salam. Ocehanburung.

Ocehanburung

Seorang yang sangat memperdulikan keutuhan dan harga diri bangsanya...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *