Perawatan Keseharian Burung Pengicau

Untuk perawatan harian burung pengicau maupun burung bahan memiliki  kesamaan dengan burung pengkicau jenis lainnya, kunci keberhasilan perawatan har...

 

Untuk perawatan harian burung pengicau maupun burung bahan memiliki  kesamaan dengan burung pengkicau jenis lainnya, kunci keberhasilan perawatan harian burung pengicau maupun burung bahan yaitu rutin dan konsisten ditambah kesabaran sehingga nantinya akan memiliki “ocehan burung” yang sangat baik.

Pola perawatan dan setelan harian untuk semua burung baik burung masih bahan maupun burung pengicau yang sudah mapan hampir memiliki kesamaan, tentunya khusus yang masih burung bahan memiliki perawatan extra tentunya.
Saat ini terik matahari sudah sangat menyengat panasnya tentunya ada beberapa jenis burung yang sangat tidak tahan untuk dijemur terlalu lama, para penghobi burung pengicau harus sudah mulai mensiasati panasnya matahari.

Berikut ini Pola Perawatan dan Setelan Harian secara umum untuk semua jenis burung pengicau adalah sebagai berikut :

Khusus untuk burung bahan biasakan sebelum masuk proses perawatan harian terlebih dahulu dikarantina beberapa hari sampai anda yakin burung bahan siap dimandikan atau disemprot menggunakan sprayer gun.
1. Jam 06.00 pagi atau disesuaikan keinginan para penghobi baik burung bahan atau burung pengicau diangin-anginkan di teras. Jam 06.30 atau 07.00 pagi burung mulai dimandikan baik mandi keramba atau semprot menggunakan sprayer, tentunya hal ini tergantung pada kebiasaan masing-masing burung pengicau, tapi biasanya burung bahan tertentu jangan langsung dimandikan karena ada yang memiliki tingkat stress yang tinggi contoh burung pengicau murai batu.
2. Bersihkan kandang harian, biasakan 2 hari sekali atau setiap hari (sesuaikan waktu dengan kegiatan anda) kandang burung pengicau dibersihkan dari kotorannya, gunakan kesempatan disaat burung pengicau mandi di dalam keramba kecuali burung pengicau yang terbiasa mandi dengan spray gun bias diganti sekalian memandikan burung pengicau anda.
3. Ganti atau tambahkan Voer, Air Minum dan extra food.
4. Berikan Jangkrik 3 s/d 5 ekor pada cepuk setiap hari (pagi dan sore) untuk burung pengicau besar seperti cucak ijo, murai, kacer, cucak jenggot dan yang lainnya sedangkan burung pengicau kecil seperti branjangan, glatik, ciblek bisa anda berikan 2 s/d 3 ekor jangkrik  sedangkan kroto/ulat/atau jenis sayuran (biasanya burung kecil seperti kenari, blackthrout, sanger ) seminggu 2 kali kecuali burung bahan khususnya murai biasakan kroto setiap hari sampai burung bahan anda sudah memakan voer.
5. Penjemuran dapat dilakukan selama 2- 3 jam/ hari mulai pukul 07.00-10.00 pagi.
6. Setelah dijemur, angin-anginkan kembali burung pengicau diteras selama 10 menit, lalu sangkar dikerodong.
7. Siang hari sampai sore (jam 10.00-15.00) khusus burung bahan dapat di Master dengan suara Master atau burung-burung Master, atau burung pengicau anda yang sudah mapan tapi anda berniat memberikan isian tambahan untuk burung pengicau anda.
8. Jam 15.30 burung diangin-anginkan kembali diteras, boleh dimandikan kembali bila perlu.

9. Jam 18.00 burung pengicau kembali dikerodong

Untuk diingat buat para penghobi burung pengicau, rawatan harian diatas adalah secara umum untuk hampir semua burung pengicau yang dipelihara dan di rawat oleh para penghobi burung di Indonesia.

Untuk setingan waktu atau extra food bisa disesuaikan dengan keinginan pemilik burung, jadi jam di atas bukan patokan hanya secara umum waktu yang biasa digunakan, bagi yang bekerja bisa juga disesuaikan dengan jam kerja anda.

Kunci keberhasilan dari rawatan ini adalah konsistensi dan kesabaran, semoga berhasil ya.

Mempercepat burung bahan cucak ijo memakan voer

 

Burung bahan, alasan utama para penghobi ocehan burung  membeli burung bahan selain harganya lebih murah dan pemasteran dapat dilakukan sesuai dengan keinginan para penghobi “burung”.

Dalam pembelian burung bahan bukannya tanpa resiko, baik penghobi pemula ocehan burung maupun lama memiliki resiko yang sama yaitu kematian yang bisa mendadak atau karena kurang rawatan burung bahan nya. Saya coba berbagi tips yang saya dapat dari rekan – rekan dan biasa saya lakukan kepada burung bahan dan semoga para penghobi ocehan burung dapat menerapkannya.

Untuk burung bahan type burung pengicau hampir memiliki cara yang sama dalam mempercepat proses pengevoran selain perawatan lainnya untuk burung bahan.

Burung bahan cucak ijo

Biasanya para penghobi ocehan burung untuk alasan tertentu lebih memilih memakai pakan asli hutan nya berupa buah pisang untuk burung bahan cucak ijo, tapi saya coba memberikan tips yang saya berikan ke burung bahan cucak ijo saya sehingga cepat memakan makanan buatan atau voer.

Pertama, siapkan voer yang akan kita rencanakan untuk menjadi makanan utama burung bahan  lalu ambil kira-kira 2 takaran penuh dari tempat makan burung kemudian blender secara halus ( jadi tidak perlu malau lagi).

Untuk hari pertama masukan voer yang sudah diblender ke kantong plastik putih bening lalu masukkan pisang burung yang sudah dilepas dari kulitnya belah dua kemudian masukan pisang tersebut kedalam kantung  dan kocok  nantinya voer halus tersebut akan menempel dipisang, usahakan untuk hari pertama jangan terlalu banyak voer yang menempel kemudian taruh kembali pisang ke kulitnya dan siapkan. (catatan : extra food tetap diberikan ke burung bahan  sesuai setingan yang anda ingin kan).

Hari kedua dengan cara yang sama seperti hari pertama namun usahakan lebih banyak voer yang menempel.

Hari ketiga mulai masukan voer kasar satu sendok makan kedalam voer halus lalu diaduk kemudian masukkan pisang dan dibawah pisang mulai di taruh tempat makan burung dengan isi voer kasar.

Hari keempat masukkan kembali voer kasar 2 sendok makan ke dalam voer halus campur kembali dengan pisang.

Hari kelima masukkan kembali voer kasar 3 sendok makan ke dalam voer halus campur kembali dengan pisang.

Hari keenam masukkan kembali voer kasar 4 sendok makan ke dalam voer halus campur kembali dengan pisang.

Hari ketujuh masukkan kembali voer kasar 5 sendok makan ke dalam voer halus campur kembali dengan pisang dan seterusnya untuk hari – hari selanjutnya sampai isi kantung plastik lebih dominan voer kasarnya.

Untuk menjalani proses ini setingan extra food tetap diberikan sesuai setingan para penghobi ocehan burung dari hari pertama dan seterusnya.

Proses ini terus dilakukan sampai burung cucak ijo sudah terlihat mulai memakan voer dari tempat makannya, biasanya coba diperhatikan di hari ke enam atau ke tujuh coba jangan dikasih pisang burung bahan nya dan perhatikan 1 sampai 2 jam apakah burung bahan cucak ijo sudah mulai makan voer ditempatnya, jika sudah berarti proses pengevoran sudah berhasil dan pisang bisa diberikan sesuai kebutuhan atau setingan anda.

Jika belum lanjutkan terus sampai masuk minggu kedua dan lakukan hal yang sama seperti hari keenam/ketujuh sampai terlihat burung bahan anda memakan voer buatan. Semoga sukses ya..

Burung bahan cucak ijo saya berhasil saya berikan makanan buatan atau voer dalam variasi hari, ocehan burung cucak ijo saya yang pertama mulai mau makan voer di hari ke tujuh sedangkan burung bahan saya yang kedua mulai makan voer di minggu kedua.

Tentunya tips ini juga sudah diketahui oleh para penghobi lama ocehan burung, karena saya pun belajar dari teman – teman saya juga. semoga tulisan ini bisa berguna untuk para penghobi ocehan burung baru.

Mengenal Burung Cucakrowo sebelum memiliki

 

Tidak ada salahnya buat para penghobi burung pengicau terutama pemula atau yang ingin pertama kali memiliki burung cucakrowo untuk mengenal burung cucakrowo sebelum memiliki nya.

Burung cucakrowo atau cucakrawa merupakan salah satu anggota suku merbah. Merbah atau disebut juga cucak-cucakan (familia Pycnonotidae) adalah suku burung pengicau dari Afrika dan Asia tropis. Burung ini kebanyakan memiliki suara yang merdu dan nyanyian yang beraneka ragam, kerap kali hutan menjadi ribut oleh suaranya terutama di pagi dan petang hari.

Ragam jenis merbah

Di Indonesia ada beberapa contoh anggota suku merbah ini sebut saja burung  cucak rowo (Pycnonotus zeylanicus)  Cucak kuning (P. melanicterus), Cucak kutilang (P. aurigaster), Cucak gunung (P bimaculatus), Merbah cerukcuk (P. goiavier), Merbah belukar (P. plumosus) dan Empuloh janggut (Alophoixus bres).

Burung cucakrowo dikenal umum sebagai cucakrawa, cangkurawah (Sunda), dan barau-barau (Melayu). Biasanya para penghobi burung pengicau mencari “burung bahan” cucakrowo  adalah burung cucakrowo medan.

Burung cucakrowo berukuran sedang, panjang tubuh total (diukur dari ujung paruh hingga ujung ekor) sekitar 28 cm ini memiliki mahkota (sisi atas kepala) dan penutup telinga berwarna jingga- atau kuning-jerami pucat; setrip malar di sisi dagu dan garis kekang yang melintasi mata berwarna hitam. Punggung coklat zaitun bercoret-coret putih, sayap dan ekor kehijauan atau hijau coklat-zaitun. Dagu dan tenggorokan putih atau keputihan; leher dan dada abu-abu bercoret putih; perut abu-abu, dan pantat kuning. Iris mata berwarna kemerahan, paruh hitam, dan kaki coklat gelap.

Burung cucakrowo sangat diminati oleh para pencinta burung pengicau karena suaranya yang tajam, keras dan melengking dan ada pula yang memiliki suara seperti terdengar dua atau lebih suara burung cucakrowo dari satu burung cucakrowo yang berbunyi ( para penghobi burung pengicau biasanya mengatakan semi “rovel” atau rovel ).

Untuk memiliki burung bahan cucakrowo saat ini sangat dibutuhkan dana yang cukup besar karena pasaran harga burung bahan cucakrowo saat ini kisaran antara 2,5 juta s/d 3,5 jt per ekor sedangkan yang sudah jadi burung ini kisaran antara 3,5 jt s/d 7 jt per ekor tapi ada pula harga sampai diatas 10 jt dengan suara rovel dan tentunya hanya untuk para penghobi burung pengicau yang memilki keuangan baik atau biasanya untuk indukan bagi para peternak burung.

HABITAT CUCAKROWO

Seperti namanya, burung cucakrowo biasa ditemukan di paya-paya dan rawa-rawa di sekitar sungai, atau di tepi hutan. Sering bersembunyi di balik dedaunan dan hanya terdengar suaranya yang khas.

Suara lebih berat dan lebih keras dari umumnya cucak dan merbah. Siulan jernih, jelas, berirama baku yang merdu. Kerap kali terdengar bersahut-sahutan.

Di alam, burung ini memangsa aneka serangga, siput air, dan berbagai buah-buahan yang lunak seperti buah jenis-jenis beringin.

Menyebar di dataran rendah dan perbukitan di Semenanjung Malaya, Sumatra (termasuk Nias), Kalimantan, dan Jawa bagian barat. Di Jawa Barat terdapat sampai ketinggian 800 m dpl., namun kini sudah sangat jarang akibat perburuan.

Merupakan salah satu burung yang sangat digemari orang sebagai burung peliharaan, karena kicauannya yang merdu. Di Jawa, burung ini sudah sangat jauh menyusut populasinya karena perburuan yang ramai.

Burung-burung yang diperdagangkan di Jawa kebanyakan didatangkan dari Sumatra dan Kalimantan tapi yang paling banyak dicari adalah burung cucakrowo asal sumatera atau lebih sering dikenal cucakrowo medan.

Namun saat ini populasi burung cucakrowo semakin berkurang secara drastis di alam bebas, untuk menyiasatinya saat ini banyak para penghobi burung cucakrowo mengembangbiakkan burung ini.

Cara mengenal burung cucakrowo sebelum memiliki nya adalah mengenal perbedaan dari daerah asal, fisik maupun suaranya.

CIRI BERDASAR DAERAH ASAL

Secara umum tidak ada perbedaan volume, mental dan jenis suara yang didasarkan oleh asal daerah/habitat. Burung cucakrowo Sumatera dan Kalimantan ada yang bermental bagus volume dahsyat, ada yang bersuara tipis, ada yang ropel dan ada yang bersuara biasa saja. Secara fisik, burung cucakrowo daerah sumatera relatif lebih besar ketimbang dari pulau lain. Meski demikian, secara umum bodi cucakrowo di Kalimantan yang masuk wilayah Malaysia, bertubuh bongsor seperti burung cucakrowo Sumatera.

CIRI JANTAN DAN BETINA

Burung cucakrowo termasuk burung monomorfik di mana tidak ada perbedaan ciri fisik yang terlihat dari luar yang membedakan antara burung jantan dan burung betina. Namun demikian, ada beberapa patokan yang bisa digunakan untuk menentukan jenis kelamin burung cucakrowo oleh penangkar.

Ciri fisik

Jantan: Kepala bulat, dengan bulu berwarna lebih tua, tampak ada semacam belahan bulu; Bulu rahang lebih putih dan tampak bersih cerah; Bulu punggung dan sayap lebih abu-abu, garis-garis hitam putih lebih nyata; Ekor lebih panjang dan menyatu paruh tampak lebih kokoh kuat dan tebal serta agak melengking; Garis hitam di bawah mata tampak lebih jelas.

Betina: Kepala lebih datar, dengan bulu berwarna lebih ringan, dan tidak ada belahan bulu; Bulu rahang lebih kotor, tampak putih keabu-abuan; Garis-garis hitam putih kurang jelas; Ekor lebih pendek dan sedikit agak mengembang; Paruh lebih pipih dan cenderung tampak lebih cantik; Garis hitam di bawah mata dengan warna lebih ringan.

Didengar dari suaranya

Dari suaranya, para penghobi burung pengicau dapat membedakan jenis kelamin burung cucakrowo, walaupun untuk itu perlu dibutuhkan waktu.

Jantan: Lebih sering menyampaikan nada panggil tinggi, keras dan melengking; Banyak variasi nada dan irama yang sering diperdengarkan; Bila berkicau bersama atau berpasangan akan memimpin irama lagunya.

Betina: Suara terdengar besar dan dalam, seakan akan memberi jawaban kicauan burung jantan; Variasi suara lebih monoton dan seolah olah hanya mengikuti saja; Perbandingan ini akan nampak jelas lagi bila dua burung, jantan dan betina, sedang berkicau bersaut sautan saling didekatkan. Namun ada burung betina yang dapat bersuara doble atau ropel, sehingga dalam ini sulit untuk memilih atau menentukan antara jantan dan betina.

MEMILIH BURUNG CUCAKROWO

Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam pemilihan burung bahan atau bakalan pada burung cucakrowo.

1. Postur badan. Pilihlah burung bahan yang berpostur besar memanjang dengan panjang leher, badan dan ekor serta kaki yang serasi. Jangan memilih burung bahan yang berleher, berbadan pendek dan berpostur tubuh kecil.

2. Bentuk paruh, sebaiknya pilih bentuk paruh yang berpangkal lebar, tebal, besar dan panjang. Paruh bagian bawah harus lurus. Jangan memilih burung bahan yang memiliki paruh bengkok. Posisi lubang hidung pilih sedekat mungkin dengan posisi mata.

3. Sayap mengepit rapat dan kaki mencengkram kuat, ini menandakan burung bahan tersebut sehat. Warna kaki tidak berpengaruh terhadap mental burung.

4. Lincah dan bernafsu makan besar. Ini merupakan ciri-ciri burung bahan yang bermental baik.

5. Rajin bunyi, ini menandakan burung bahan tersebut memiliki prospek yang cerah.

6. Leher panjang padat berisi. Menandakan burung bahan ini akan mengeluarkan power suara secara maksimal.

Setelah mengenal burung cucakrowo sebelum memiliki nya sebaiknya para penghobi burung pengicau untuk membeli burung ini ke peternak langsung. Burung cucakrowo merupakan burung klangenan yang seyogyanya jika memungkinkan kita miliki, dengan suara yang merdu dan kencang minimal bisa menetralisir kejenuhan kita setidaknya untuk para penghobi burung pengicau.

Para penghobi burung pengicau pun lebih cenderung mengembangbiakkan burung cucakrowo ini karena dinilai lebih menguntungkan secara ekonomi karena harga jual yang lumayan tinggi, oleh karena itu sudah jarang lomba berkicau untuk burung cucakrowo.


Senangnya ternak burung blackthroat

 

Burung blackthroat merupakan burung pengicau pemakan biji -bijian, belum lama ini kisaran bulan desember dan januari di pasar burung pramuka kedatangan burung blackthroat bahan yang jumlahnya cukup banyak. Hanya dalam jangka yang cukup cepat burung blackthroat bahan cepat habis terjual. Saya mencoba membeli sepasang untuk mencoba ternak burung blackthroat.

Sebelum kita mencoba ternak burung blackthroat sebaiknya kita memahami sedikit dasar karakterisitik burung blackthroat. Burung blackthroat bersifat poligami sehingga bt jantan bisa dikawinkan dengan  betina lebih dari satu. Bukan hanya dengan sesama , pejantan blackthroat  bisa dikawinkan dengan burung pengicau jenis lain seperti burung kenari, herda sanger, mozambik dan juga gelatik.

Burung blackthroat memiliki postur tubuh hampir sama dengan herda sanger. Karenanya, banyak orang yang keliru mengenalinya. Yang paling utama yang membedakan burung blackthroat dengan burung sanger adalah warna hitam pekat pada leher/kerongkongan burung tersebut (oleh karena itu burung jenis ini disebut “blackthroat”) jantan dewasa dan bulu warna kuning di ekor burung blackthroat.

Perbedaan burung blackthroat jantan dan betina

Secara umum perbedaan burung bahan atau muda hutan  burung blackthroat jantan dan betina adalah sebagai berikut:

1. Burung  blackthroat jantan tegap, dengan panjang sekitar 12 cm,  untuk betina hampir sama tetapi cenderung berpostur bulat.

2. Burung  blackthroat jantan dewasa memiliki warna hitam pekat di tenggorokannya sedangkan untuk betina agak samar.

3. Burung  blackthroat  jantan berkepala besar, cenderung lonjong,  betina berkepala kecil dan bulat.

4. Burung  blackthroat jantan memiliki pen (kloaka) yang menonjol keluar dan ada tonjolan sebesar biji kacang hijau dengan bulu rawis.  betina berkloaka datar dan hanya ada lubang untuk keluar kotoran.

5. Burung  blackthroat jantan berparuh tebal,  betina berparuh tipis.

6. Burung  blackthroat jantan bersuara nyaring, ngerol dan lagu variatif.  betina memiliki suara kecil dan lagu monoton.

7. Burung  blackthroat jantan berleher jenjang,  betina berleher pendek.

Sekilas untuk harga burung blackthroat jantan dari Afrika, menurut pantauan kami kisaran harga Rp. 1 juta s/d 1.3 juta untuk burung blackthroat jantan sedangkan untuk  betina kisaran harga 750 ribu.

Setelah kita memahami karakteristik burung blackthroat barulah kita coba untuk menjodohkan, dalam masa penjodohan sebaiknya menggunakan kandang yang bersekat sehingga memudahkan burung blackthroat saling mengenal pasangannya.

Untuk di ketahui seandainya kita beli burung blackthroat di pasar burung yang belum kita tau kisaran umurnya lebih baik penjodohan menggunakan kandang bersekat, kisaran satu sampai dua minggu coba jadikan satu dan di pantau, jika burung blackthroat masih saling menyerang pisahkan kembali tapi jika tidak anda sudah menyatukannya.

Dikarenakan saat kita beli belum tahu umuran pasnya sebaiknya saat kita ternak burung blackthroat seperti kita merawat burung pengicau lainnya. Jika saatnya sudah tiba burung blackthroat dengan sendirinya akan kawin.

Saya mencoba metode ternak burung blackthroat seperti di atas dan saat ini sudah menghasilkan 1 ekor anakan burung blackthroat, sambil belajar dan mengamati prilaku indukannya , senangnya ternak burung blackthroat.

 

 

 

Jenis Burung love bird yang disukai penghobi

 

Burung cinta atau lovebird adalah satu burung  dari sembilan jenis spesies genus agapornis (dari bahasa Yunani agape yang berarti cinta dan ornis yang berarti burung). Mereka adalah burung yang berukuran kecil, antara 13 sampai 17 cm dengan berat 40 hingga 60 gram, dan bersifat sosial. Delapan dari spesies ini berasal dari afrika, sementara spesies “burung cinta kepala abu-abu” berasal dari madagaskar. Nama mereka berasal dari kelakuan yang umum diamati bahwa sepasang burung lovebird akan duduk berdekatan dan saling menyayangi satu sama lain. Sifat pasangan burung lovebird adalah monogami di alam bebas.

Awalnya, burung jenis lovebird dipelihara  karena keindahan warna bulunya. Namun seiring dengan perkembangan waktu dan  dilombakan  di lomba burung pengicau karena kekhasan suara-suara yang panjang, selain itu jenis lovebird juga di pakai sebagai pemasteran “burung bahan” atau burung jadi  ataupun diternak kembali oleh penghobi burung.

Secara tradisional, jenis burung lovebird terdiri dari tiga grup besar:

1. Grup dimorfic (berpenampilan fisik beda antara jantan dan betina): Madagascar, Abyssinia dan Red-headed Lovebird
2. Grup menengah: Peach-faced Lovebird
3. Grup kacamata :  Fischer’s, black-masked, Liliane (Nyasa) dan Black-cheeked Lovebirds

Di Indonesia, saat ini yang sangat popular adalah jenis burung lovebird dalam grup kaca mata, hampir penghobi burung pengicau baik pemula maupun lama mencari burung bahan untuk dipelihara sebagai masteran atau dimaster tergantung keinginan para penghobi burung pengicau.

 

1.     Jenis burung Lovebird kacamata Fischer

Burung Lovebird kacamata fischer memiliki Panjang 15 cm, berat 42-58 gram.

Burung lovebird kaca mata fischer dewasa: Bulu umumnya berwarna hijau, lebih kekuningan pada tubuh bagian bawah; dahi, pipi dan kerongkongan berwarna merah oranye; bulu di bagian kepala lainnya berwarna hijau pudar; bagian atas dada dan kerah sekitar leher berwarna kuning; bagian atas ekor berwarna biru muda; bagian bawah sayap berwarna biru dan hijau; ekor berwarna hijau; lingkar di sekeliling mata berwarna putih; paruh berwarna merah; iris berwarna cokelat; kaki berwarna abu-abu muda.

Burung lovebird kaca mata fischer termasuk jenis lovebird yang mudah dikembangkan. Para penghobi burung pengicau sangat sulit untuk membedakan antara jenis lovebird jantan dan betina .

Warna mutasi jenis lovebird kaca mata fischer adalah jenis lovebird kaca mata fischer biru dan jenis lovebird kaca mata fischer kuning. Persilangan antara jenis lovebird kaca mata fischer dengan jenis lovebird kaca mata nyasa menghasilkan warna mutasi lutino dan albino.

 

2. Jenis burung Lovebird kaca mata topeng (black-masked)

 

Burung Lovebird kacamata topeng atau lebih dikenal jenis lovebird dakocan memiliki panjang 14,5 cm, berat 43-47 gram.

Burung  lovebird kaca mata topeng dewasa: Bulu umumnya berwarna hijau; lebihdahi, lorus, ubun-ubun, dan pipi bagian depan berwarna hitam kecoklatan; bulu di bagian kepala lainnya berwarna kehitam-hitaman pudar; kerongkongan   berwarna oraney kemerahan; bagin atas dada dan kerah di sekeliling leher berwarna kuning; bulu ekor berwarna hijau; lingkar di sekeliling mata berwarna putih; paruh berwarna merah; iris berwarna cokelat; kaki berwarna abu-abu.

Jenis lovebird kaca mata topneg termasuk jenis lovebird yang mudah dikembangkan. Antara jenis lov bird jantan dan jenis lovebird betina relatif sulit dibedakan oleh para penghobi burung pengicau.

Warna mutasi jenis lovebird kaca mata topeng adalah jenis lovebird kaca mata topeng  warna biru.

  3. Jenis Burung lovebird kacamata nyasa

Burung  lovebird kacamata nyasa memiliki panjang 13,5 cm, berat 28-37 gram.

Burung  lovebird kaca mata nyasa dewasa: Bulu umumnya berwarna hijau, lebih kekuningan pada tubuh bagian bawah dan tunggir; dahi dan kerongkongan berwarna merah oranye dan menjadi warna merah muda kekuning-kuningan pada bagian mahkota, lorus, pipi dan bagian atas dada; bulu ekor berwarna hijau; lingkar di sekeliling mata berwarna putih; paruh berwarna merah tua; iris berwarna cokelat kemerahan tua; kaki berwarna coklat keabu-abuan.

Jenis lovebird kaca mata nyasa dapat dipelihara secara berkelompok. Antara lovebird jantan dan lovebird betina relatif sulit dibedakan oleh penghobi burung pengicau.

Warna mutasi jenis lovebird kaca mata nyasa adalah jenis lovebird kaca mata nyasa lutino (lovebird lutino).

   4. Jenis burung lovebird kacamata pipi hitam (Black-chekeed)

Burung  lovebird kacamata pipi hitam memiliki panjang 13,5 cm, berat 36-52   gram.

Burung jenis lovebird kaca mata pipi hitam dewasa: Bulu umumnya berwarna hijau, lebih kekuningan pada tubuh bagian bawah dan tunggir; dahi dan ubun-ubun depan berwarna coklat kemerahan; ubun-ubun belakang   dan tengkuk berwarna hijau kekuningan   tua; lorus, kerongkongan, dan pipi berwarna hitam kecoklatan, bagian atas dada berwarna merah oranye pucat; ekor berwarna hijau; lingkar di sekeliling mata berwarna putih; paruh berwarna merah tua; iris berwarna cokelat; kaki berwarna coklat keabu-abuan.

Burung lovebird kaca mata pipi hitam   secara umum sulit didapat di pasaran karena burung ini sudah dibatasi untuk tujuan ekspor dari negara asalnya. Burung ini bisa dipelihara secara berkelompok bahkan dicampur dengan burung lain oleh para penghobi burung pengicau.

Warna mutasi jenis lovebird kaca mata pipi htam adalah jenis lovebird kaca mata pipi hitam kuning (lovebird kuning).

Burung lovebird mulai berkembang pesat saat ini di indonesia sebagai burung pengicau karena suara nya yang khas dan kencang, biasanya para penghobi burung pengicau memakai burung bahan sebagai burung yang dimasterkan suara burung lain atau dipelihara untuk digunakan sebagai burung master bagi burung pengicau yang lain.


Membeli burung bahan

 

Kebanyakan para pemula membeli burung bahan langsung ke pasar burung, tidak ada yang salah dengan hal tersebut karena semua penghobi atau pecinta burung setiap membeli burung bahan akan selalu mencari ke pasar burung, hanya saja kita sebagai penghobi “burung pengicau” pemula harus siap dengan resiko kegagalan dalam membeli burung bahan (Muda Hutan/MH).

Ada alternatif lain dalam membeli burung bahan karena saat ini sudah mulai banyak para peternak burung bahan untuk jenis – jenis burung  tertentu, sebut saja murai batu, anis merah, cucakrowo, kenari, lovebird, perkutut, parkit sudah mulai di ternak oleh penghobi burung pengicau.

Resiko yang didapat hampir tidak ada karena jika kita beli ke peternak setidaknya burung bahan sudah masuk mulai makan buatan (voer)  berbeda jika kita membeli burung bahan di pasar burung resiko kematian pada burung termasuk tinggi apalagi khusus untuk penghobi burung pengicau baru karena burung bahan tangkapan hutan harus benar-benar extra dalam masa pengevoran dan penjinakkan. Harga burung bahan pun tidak terlalu jauh antara burung hasil ternakan maupun membeli langsung dipasar.

tentunya berbeda dengan penghobi burung pengicau yang sudah terbiasa dan berpengalaman dalam membeli burung bahan karena ada burung – burung tertentu menurut para penghobi burung pengicau lebih bagus dan baik jika membeli burung bahan yang langsung dari penangkapan karena dipercaya volume/suara hutannya masih alami dan keras.

Burung bahan hutan biasanya ditangkap oleh para pencari burung dengan cara dijebak, dijaring dalam jumlah banyak maupun dipancing. Sangat beresiko jika burung bahan didapat karena pancingan karena burung bahan tersebut jika kita beli biasanya 2 s/d 4 hari akan mati. Secara fisik akan sangat sulit melihat burung bahan tersebut ditangkap dengan cara apa, hanya saja untuk penghobi burung pengicau pemula saat membeli burung bahan dipasar carilah burung yang sehat secara fisik (berdiri ditangkringan, giras) tidak layu atau menyendiri dibawah.

Tips umum  membeli burung bahan :

1. untuk mencegah burung bahan setidaknya bukan pancingan carilah penjual burung yang direkomendasikan oleh teman penghobi burung pengicau atau di tempat langganan kita jika memang sudah terbiasa.

2. Untuk pemula jika ingin merawat burung bahan yang mahal seperti murai batu apalagi jenis medan lebih baik beli ke peternak langsung atau setidaknya jika ingin burung bahan MH setidaknya sudah mulai mengumpulkan cara – cara penjinakkan dan pengevoran burung bahan ( bisa dicari di internet ) atau bertanya ke teman penghobi burung pengicau yang sudah berpengalaman.

3. Sebaiknya untuk penghobi burung pengicau pemula daripada beresiko tinggi dalam membeli burung bahan tapi umurnya tidak lama sekarang ini sudah banyak penghobi burung pengicau yang menjual kembali burung bahan hasil rawatannya setidaknya sudah mulai jinak dan makan voer di jaringan internet.

4. Untuk pertama kali sebaiknya pemula membeli burung bahan yang makanannya tidak tergantung voer (makanan buatan), seperti kenari, sanger, blackthroat, lovebird karena makannya sudah tersedia dalam bentuk kenary seed atau cucak ijo atau  cucakrowo tanpa harus dengan proses pengevoran bisa hanya dengan memberikan pisang sebagai makanan pokok. Hindari membeli burung bahan yang nantinya makanan utamanya adalah voer (makanan buatan) seperti murai batu, kacer, tledekan, anis kecuali jika kita sudah siap akan resikonya.

Pengalaman pertama saya saat membeli burung bahan murai batu…..

Selama ini saya jarang membeli burung bahan, biasanya hanya burung bahan tertentu yang saya beli seperti cucak ijo karena proses makanannya bisa tidak perlu dengan voer cukup dengan pisang  atau burung – burung kecil (kenari, sanger, blackthrout) yang makanannya sudah tersedia di kenary seed.

Rasa penasaran muncul disaat saya melihat burung bahan murai batu yang kata penjualnya jenis lampung, biasanya saya beli burung murai batu ke sesama teman atau penghobi burung pengicau lain yang intinya saya tinggal meneruskan saja….

Dengan harga 250 rb per ekor saya membeli satu, semua cara dan petunjuk sudah saya lakukan, dari yang saya pilih burung yang sehat, rapih, tegap dalam berdiri sampai dirumah pun langsung saya isolasi dengan kandang saya tutup koran makanan pun saya beri sesuai dengan petunjuk teman penghobi burung pengicau yang sudah terbiasa bermain murai (artikel pun saya cari di internet sebagai refensi saya yang lain)….

Masuk hari pertama dan kedua burung bahan menunjukkan suaranya ( entah karena beruntung mendapatkan burung yang bermental bagus) , semua aturan perawatan sudah saya lakukan hari – hari berikutnya kondisi burung semakin menurun bukannya membaik, sampai di hari ke 10 akhirnya tergeletak di bawah…

Teman saya sesama penghobi burung pengicau juga heran, biasanya kondisi burung akan membaik asumsi kami hanya satu mungkin pancingan….akhirnya teman menyarankan saya mencoba membeli di tempat biasa dia beli dan saya coba karena stok yang ada borneo akhirnya saya beli untuk menghilangkan penasaran saya. Burung bahan itu hidup sampai akhirnya saya buat tukar tambah dengan burung murai borneo yang sudah mapan untuk klangenan dirumah.

sedikit informasi buat teman – teman penghobi baru burung pengicau sebelum membeli burung bahan, kritik dan saran dari teman – teman yang sudah berpengalaman akan sangat membantu agar artikel tentang burung  ini bertambah wawasan dan informasinya.

Jenis burung murai batu yang di pelihara para penghobi

 

Burung pengicau jenis burung murai batu (Copychus malabaricus) dikenal memiliki kemampuan berkicau yang baik dengan suara merdu, bermelodi, dan sangat bervariasi. Ketenaran burung jenis murai batu bukan hanya sekedar dari suaranya yang merdu, namum juga gaya bertarungnya yang sangat aktraktif, hal – hal tersebut yang sangat disukai penghobi burung pengicau sampai saat ini.

Di Indonesia, burung jenis murai batu sangat disukai oleh penghobi burung pengicau, sampai sekarang pun “burung bahan” untuk jenis murai batu masih banyak dicari penghobi burung baik pemula maupun pemain lama.

Harganya pun semakin meroket tinggi, sampai saat ini harga burung bahan jenis murai batu mempunyai harga satuan yang cukup baik, harga burung bahan  murai batu sangat bervariasi untuk burung bahan  murai batu medan dipasaran saat ini baik dipedagang maupun pengepul sekitar 1.8 jt s/d 2 jt perekor namun ada kalanya pengepul ada juga yang memberikan harga sekitar 1.3 jt s/d 1.5 jt. Untuk burung bahan jenis murai batu borneo (Kalimantan) harga pasaran burung bahan MH sekitar 100 rb s/d 200 rb, untuk burung bahan jenis murai batu lampung harga pasaran bahan MH 250 rb s/d 350 rb perekor, untuk burung bahan jenis Murai batu nias/aceh harga pasaran bahan MH 350 rb s/d 500 rb perekor.

Informasi yang saya dapat dari pengepul/penjual burung  murai batu MH medan, burung yang didatangkan memang asli dari tangkapan hutan dan dia siap memberikan jaminan bahwa burung tersebut MH medan dan itupun sekali datang juga tidak banyak karena yang diambil hanya burung MH yang bagus menurut penilaian dia dan itupun selalu habis di ambil oleh pelanggan – pelanggannya.

 

Jenis burung murai batu yang banyak di cari di pasaran atau di pelihara pencinta burung :

1. Burung Murai batu medan, Panjang ekor 27 – 30 cm. biasanya paling di cari oleh pencinta burung yang memiliki budget/dana yang baik. Jarang pencinta pemula berani bermain dengan burung ini karena cukup riskan kehilangan dana yang lumayan jika belum tahu cara perawatan dalam pemrosesan pengevoran. Kelebihan burung pengicau ini memiliki gaya tarung yang enak dilihat serta suara – suara tembakan yang bervariasi (tergantung isiannya )

2.  Burung Murai Aceh/Nias panjang ekor kisaran 20 – 30 cm, untuk murai ini lebih dikenal dengan julukan blacktail khusus nias dikarenakan ekor nya yang hitam semua. Burung pengicau ini juga memiliki banyak penggemarnya karena memiliki tembakan – tembakan yang cukup bervariasi.

3. Burung Murai lampung dengan kisaran panjang ekornya 15 – 20 cm, burung ini pun memiliki penggemar yang tidak kalah dengan medan hanya saja menurut para pencinta burung pengicau burung untuk murai lampung sudah sulit dicari MH nya.

4. Burung Murai batu Borneo (Kalimantan) memiliki panjang ekor 10 – 12 cm, burung murai batu borneo saat ini hanya dipakai untuk penghobi rumahan (untuk klangenan aja…) karena gaya tempur nya (menggelembungkan badan) tidak disukai oleh para juri lomba, oleh karena itu burung murai borneo lebih sering dirawat oleh pemula karena dana yang dibutuhkan tidak besar seandainya mati pun buat  sang penghobi tidak terlalu rugi daripada langsung mencoba MH medan atau yang lainnya.

 

Ciri jantan dan betina burung bahan murai batu

1. Ciri jantan dan betina burung bahan  murai batu dewasa sebenarnya mudah dibedakan. Untuk murai dengan sub-spesies yang sama, maka untuk warna bulu jantan lebih mengkilat. Hitamnya hitam pekat kebiruan (berkilau, nyambeliler, seperti berhologram), sedangkan warna merahnya atau coklat, terlihat tajam kontras dengan warna di sebelahnya (hitam atau putih).

2. Jenis murai batu yang satu sub-spesies, ekor jantan lebih panjang ketimbang betinanya. Sedangkan lagunya, jantan lebih bervariasi.

Tips membedakan Jenis murai batu Borneo/Kalimantan dan Sumatera

a. Banyak penghobi yang bingung mengidentifikasi burung murai batu dari Borneo dan Sumatera, jika tidak sedang berbunyi. Kalau dalam kondisi berbunyi, memang mudah membedakannya, yakni dengan melihat pengembangan bulu pada badannya. Bahasa yang biasa dipakai di penghobi “glembung”

b. Untuk jenis murai batu borneo, secara umum mengembangkan bulu sampai hampir membulat dimulai dari bulu bawah leher sampai dubur. Sedangkan jenis murai batu Sumatera tidak mengembangkan bulu, atau kalau mengembangkan bulu hanya sebatas perut ke bawah (biasanya jambi)

c. Jadi memang, burung jenis murai batu Sumatera pun ada yang mengembangkan bulu ketika bernyanyi, tetapi hanya mengembang pada bagian perut ke bawah.

Lantas bagaimana membedakannya kalau sedang tidak berbunyi atau MH (Muda Hutan/burung bahan) …….

Penghobi pemula bisa melihat dari rona warna coklat di bagian dada sampai dubur. Burung bahan murai batu borneo warna coklatnya cenderung kekuning-kuningan/ cerah. Sedangkan untuk burung bahan murai batu sumatera agak gelap.

Sedangkan untuk burung yang masih muda/trotol tetapi panjang ekornya sudah mencapai sekitar 3 cm, bisa dilihat dari jarak antara ujung bulu ekor yang putih dengan yang hitam. Untuk burung jenis murai batu borneo, ujung ekor putih dan hitam cederung dekat. Sedangkan jenis murai batu sumatera, cenderung jauh; atau ekor yang berwarna hitam terlihat tumbuh pesat meninggalkan bulu putih.

Jarak antara ujung ekor hitam dan putih ini juga bisa untuk menandai apakah seekor burung murai batu berasal dari Kalimantan atau Sumatera ketika dia dalam masa mabung. Pertumbuhan bulu putih dan hitam hampir sama pada burung murai batu borneo, sedangkan pada burung murai batu sumatera, bulu hitam lebih pesat tumbuhnya.

Meski demikian, tentunya masih banyak info – info yang bisa menambah wawasan kita tentant burung murai batu diantara para pencinta burung pengicau terutama untuk mencari burung bahan  murai batu ini, karena hal itu hanya berdasarkan informasi yang saya dapat dari para pencinta burung jenis murai batu.

Burung Anis Merah yang mulai menghilang

 

 Salah satu ocehan burung yang diminati oleh penghobi adalah burung anis merah , yang sering juga disebut anis bata atau punglor bata (Zoothera citrina) tak pelak lagi merupakan “burung pengicau” yang sangat populer di antara para penghobi burung pengicau karena  gaya telernya, burung anis merah mampu memberi pesona dan daya pikat tinggi.

Namun sayangnya burung anis merah ini mulai berkurang penghobinya dikarenakan sulitnya dalam masa perawatan apalagi saat burung masih burung bahan.

 

Habitat burung anis merah

Di Indonesia, burung anis merah terdapat di Sumatra, Kalimantan, Jawa, dan Bali.  Di Kalimantan bagian utara merupakan burung penetap di daerah pegunungan, antara 1000 – 1500 meter di atas permukaan laut dan hanya diketahui dari sedikit catatan di G.Kinabalu dan Trus Madi. Di Jawa dan Bali dapat ditemukan sampai ketinggian 1500 meter diatas permukaan laut.

Burung anis merah mencari makan di atas tanah dengan tanaman bawah pohon yang rapat. Sangat aktif mencari makan di bawah bayang-bayang sinar matahari dengan membongkar-bongkar seresah dedaunan untuk mencari serangga, laba-laba, cacing dan buah-buahan yang telah jatuh di tanah.

Sarang burung anis merah berbentuk seperti mangkuk yang dangkal dan tersusun dari akar pohon, daun, dan seresah. Kedua induk aktif membangun sarang yang seringkali dibangun pada ketinggian lebih dari 4,5 meter dan diletakkan pada pohon kecil atau semak. Telur sebanyak dua sampai empat, seringkali tiga, dierami selama 13-14 hari sampai menetas. Setelah menetas, anak dirawat sekitar 12 hari sampai dapat keluar dari sarang.

 

Burung Anis Merah

Saat ini burung pengicau anis merah merupakan salah satu jenis burung yang mulai berkurang  dipelihara oleh masyarakat di Indonesia.

Dikarenakan sangat membutuhkan dan perhatian yang cukup inten dalam merawat burung ini, terutama disaat burung anis merah mengalami mabung, salah perawatan di saat mabung akan membuat perawatan burung menjadi lama untuk kembali ke performa sebelumnya (Jika burung sudah gacor dan teler).

Popularitas burung anis merah sebagai burung pengicau tidak lepas karena memiliki  volume, variasi, dan irama suara, serta perilaku teler merupakan salah satu faktor utama yang masih sangat disukai pemelihara burung pengicau khususnya penggemar burung anis merah.

Burung anis merah sering terlihat di kebun-kebun kopi dan hutan  yang berada di dekat aliran sungai, termasuk sungai-sungai kecil dan di lembah-lembah yang jarang terkena sinar matahari langsung. Meski demikian tidak di semua kebun kopi dan tidak di semua hutan terdapat sarang burung anis merah.

Burung anis merah adalah burung monomorfik, maka perbedaan jantan dan betina tidak bisa dibedakan dengan melihat ciri-ciri fisik yang terlihat (hal ini hampir sama terjadi dengan burung lovebird).

Banyak anggapan di kalangan para penghobi yang menyebutkan ciri fisik tertentu adalah menandakan jenis kelamin burung anis merah. Namun sesungguhnya sangat sulit menentukan jenis kelamin burung anis merah dewasa hanya berdasar pengamatan.

Meski demikian ada batasan atau petunjuk yang sering digunakan para penghobi burung pengicau untuk memilihnya meski tidak akurat 100%. Misalnya, burung anis merah jantan memiliki warna merah yang lebih terang dan tajam ketimbang burung anis merah betina. demikian pula dengan warna hitamnya lebih legam.

Ada juga cara menentukan jenis kelamin burung anis merah dengan meraba kloaka untuk mengetahui kerapatan tulang supitnya. Jika rapat dan terasa runcing, jantan. Jika agak lebar dan lembek, betina.

Sementara perbedaan lain bisa dilihat dari perilakunya. Anis merah jantan akan terlihat mendongak-dongakkan kepala jika bertemu anis merah lain. Sedangkan anis merah betina tidak menunjukkan perilaku demikian. Kalau burung anis merah betina sedang birahi, maka jika bertemu burung anis merah jantan yang sedang bernyanyi atau teler, dia akan mengetar-getarkan sayap dan mendongak sembari bersiul ciiirr.

Makanan untuk burung anis merah

1. Voer (sebaiknya pilih yang berkadar protein sedang yaitu: 12%-18%, belum tentu Voer yang berharga mahal akan cocok dengan sistem metabolisme setiap burung Anis Merah. Voer harus selalu tersedia didalam cepuknya. Selalu ganti dengan Voer yang baru setiap dua hari sekali.

2. Buah Segar, burung ini sangat menyukai buah Pepaya, Pisang Kepok Putih, Apel, Pir, Tomat dan beberapa buah lainnya. Sebaiknya perbanyak pemberian buah Pepaya, karena buah Pepaya mengandung vitamin C yang tinggi sehingga membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Disamping itu, buah Pepaya sangat mudah dicerna dan sangat cocok dengan sistem metabolisme rata-rata burung pemakan buah.

3. EF (Extra Fooding), pakan tambahan yang sangat baik buat burung Anis Merah yaitu: Jangkrik, Orong-orong, Kroto, Cacing, Ulat Hongkong, Ulat Bambu, Kelabang, Belalang dan lainnya. Pemberian EF harus selalu disesuaikan dengan karakter pada masing-masing burung anis merah dan juga harus mengetahui dengan pasti dampak klausal dari pemberian EF tersebut. Biasanya EF yang paling umum adalah cacing, tapi tentunya semua kembali kepada cara masing – masing penghobi dalam menentukan makanan dan vitamin untuk burung rawatannya.

Perawatan dan setelan harian  untuk burung Anis Merah relatif sama dengan burung pengicau jenis lainnya, kunci keberhasilan perawatan harian yaitu rutin dan konsisten serta kesabaran akan menghasilkan ocehan burung yang dapat dinimati suara dan gaya telernya.

Sebaiknya untuk para penghobi burung pengicau jenis anis merah ini untuk membeli burung bahan ada baiknya langsung ke peternak langsung karena setidaknya kita mendapatkan garansi untuk burung anis merah jantan.


Burung Pengicau di Indonesia

 

Burung pengicau  atau Passeriformes adalah ordo terbesar dalam kelas Burung atau Aves di kerajaan Hewan atau Animalia. Sekitar 5.400 spesies atau lebih dari setengah jumlah total spesies adalah Burung pengicau .

Spesies Burung dalam ordo Burung pengicau  mempunyai otot yang rumit untuk mengatur organ suaranya dan sebagian besar burung-burung dalam ordo ini mempunyai ukuran tubuh relatif lebih kecil dibandingkan burung-burung dalam ordo lainnya.

Indonesia adalah satu Negara dimana rakyatnya sangat menyukai untuk memelihara Burung pengicau .

Burung

Adalah anggota kelompok hewan bertulang belakang (vertebrata) yang memiliki bulu dan sayap.

Jenis-jenis burung  pengicau begitu bervariasi,  Diperkirakan terdapat sekitar 8.800 – 10.200 spesies burung di seluruh dunia; sekitar 1.500 jenis burung di antaranya ditemukan di Indonesia. Sebagian besar adalah jenis burung pengicau.

Kebanyakan burung pengicau yang sudah dipelihara manusia memiliki cara rawatan masing – masing.

Burung dan manusia

Burung pengicau telah memberikan manfaat luar biasa dalam kehidupan manusia. Beberapa jenis burung pengicau saat ini sangat membantu si peternak/pemelihara burung pengicau itu sendiri. Karena secara ekonomi dapat menghasilkan penghasilan yang sangat baik.

Distribusi

Burung hidup dan berkembangbiak pada sebagian besar habitat darat dan populasi tertinggi  terdapat di wilayah tropis contohnya Indonesia.

Banyak spesies burung pengicau yang telah membangun populasi perkembangbiakan di wilayah mereka yang di bantu oleh manusia. Contoh yang paling banyak saat ini di Indonesia adalah breeding burung kenari, lovebird, blackthrout yang aslinya adalah burung luar sedangkan untuk burung local adalah murai batu, jalak bali (yang satu ini sangat membantu populasi jalak itu sendiri yang semakin punah).

Macam-macam burung pengicau yang digemari pemelihara  di Indonesia :

 

Ancaman

Indonesia menjadi pemilik dari 1.594 jenis spesies  dan menjadi negara ke lima terbesar dunia dari 10.000 jenis satwa itu yang kini berkembang biak. Hanya saja populasi yang banyak itu kini terancam punah akibat rusaknya habitat mereka yang menjadi tempat berkembang biak dan mencari makanan. Kini hampir sebagian burung pengicau di indonesia terancam punah karena habitatnya terusik kegiatan manusia.

Semisal, cendrawasih papua dan jalak bali  yang mulai sulit terlihat dipopulasinya,  untuk jalak bali sudah dimulai diternak oleh pencinta burung pengicau di Indonesia dan jika penghobi ingin memilikinya diharuskan izin penakaran  dan memeliharanya.

ocehanburung | burung pengicau | burung bahan