Tidak ada salahnya buat para penghobi burung pengicau terutama pemula atau yang ingin pertama kali memiliki burung cucakrowo untuk mengenal burung cucakrowo sebelum memiliki nya.
Burung cucakrowo atau cucakrawa merupakan salah satu anggota suku merbah. Merbah atau disebut juga cucak-cucakan (familia Pycnonotidae) adalah suku burung pengicau dari Afrika dan Asia tropis. Burung ini kebanyakan memiliki suara yang merdu dan nyanyian yang beraneka ragam, kerap kali hutan menjadi ribut oleh suaranya terutama di pagi dan petang hari.
Ragam jenis merbah
Di Indonesia ada beberapa contoh anggota suku merbah ini sebut saja burung cucak rowo (Pycnonotus zeylanicus) Cucak kuning (P. melanicterus), Cucak kutilang (P. aurigaster), Cucak gunung (P bimaculatus), Merbah cerukcuk (P. goiavier), Merbah belukar (P. plumosus) dan Empuloh janggut (Alophoixus bres).
Burung cucakrowo dikenal umum sebagai cucakrawa, cangkurawah (Sunda), dan barau-barau (Melayu). Biasanya para penghobi burung pengicau mencari “burung bahan” cucakrowo adalah burung cucakrowo medan.
Burung cucakrowo berukuran sedang, panjang tubuh total (diukur dari ujung paruh hingga ujung ekor) sekitar 28 cm ini memiliki mahkota (sisi atas kepala) dan penutup telinga berwarna jingga- atau kuning-jerami pucat; setrip malar di sisi dagu dan garis kekang yang melintasi mata berwarna hitam. Punggung coklat zaitun bercoret-coret putih, sayap dan ekor kehijauan atau hijau coklat-zaitun. Dagu dan tenggorokan putih atau keputihan; leher dan dada abu-abu bercoret putih; perut abu-abu, dan pantat kuning. Iris mata berwarna kemerahan, paruh hitam, dan kaki coklat gelap.
Burung cucakrowo sangat diminati oleh para pencinta burung pengicau karena suaranya yang tajam, keras dan melengking dan ada pula yang memiliki suara seperti terdengar dua atau lebih suara burung cucakrowo dari satu burung cucakrowo yang berbunyi ( para penghobi burung pengicau biasanya mengatakan semi “rovel” atau rovel ).
Untuk memiliki burung bahan cucakrowo saat ini sangat dibutuhkan dana yang cukup besar karena pasaran harga burung bahan cucakrowo saat ini kisaran antara 2,5 juta s/d 3,5 jt per ekor sedangkan yang sudah jadi burung ini kisaran antara 3,5 jt s/d 7 jt per ekor tapi ada pula harga sampai diatas 10 jt dengan suara rovel dan tentunya hanya untuk para penghobi burung pengicau yang memilki keuangan baik atau biasanya untuk indukan bagi para peternak burung.
HABITAT CUCAKROWO
Seperti namanya, burung cucakrowo biasa ditemukan di paya-paya dan rawa-rawa di sekitar sungai, atau di tepi hutan. Sering bersembunyi di balik dedaunan dan hanya terdengar suaranya yang khas.
Suara lebih berat dan lebih keras dari umumnya cucak dan merbah. Siulan jernih, jelas, berirama baku yang merdu. Kerap kali terdengar bersahut-sahutan.
Di alam, burung ini memangsa aneka serangga, siput air, dan berbagai buah-buahan yang lunak seperti buah jenis-jenis beringin.
Menyebar di dataran rendah dan perbukitan di Semenanjung Malaya, Sumatra (termasuk Nias), Kalimantan, dan Jawa bagian barat. Di Jawa Barat terdapat sampai ketinggian 800 m dpl., namun kini sudah sangat jarang akibat perburuan.
Merupakan salah satu burung yang sangat digemari orang sebagai burung peliharaan, karena kicauannya yang merdu. Di Jawa, burung ini sudah sangat jauh menyusut populasinya karena perburuan yang ramai.
Burung-burung yang diperdagangkan di Jawa kebanyakan didatangkan dari Sumatra dan Kalimantan tapi yang paling banyak dicari adalah burung cucakrowo asal sumatera atau lebih sering dikenal cucakrowo medan.
Namun saat ini populasi burung cucakrowo semakin berkurang secara drastis di alam bebas, untuk menyiasatinya saat ini banyak para penghobi burung cucakrowo mengembangbiakkan burung ini.
Cara mengenal burung cucakrowo sebelum memiliki nya adalah mengenal perbedaan dari daerah asal, fisik maupun suaranya.
CIRI BERDASAR DAERAH ASAL
Secara umum tidak ada perbedaan volume, mental dan jenis suara yang didasarkan oleh asal daerah/habitat. Burung cucakrowo Sumatera dan Kalimantan ada yang bermental bagus volume dahsyat, ada yang bersuara tipis, ada yang ropel dan ada yang bersuara biasa saja. Secara fisik, burung cucakrowo daerah sumatera relatif lebih besar ketimbang dari pulau lain. Meski demikian, secara umum bodi cucakrowo di Kalimantan yang masuk wilayah Malaysia, bertubuh bongsor seperti burung cucakrowo Sumatera.
CIRI JANTAN DAN BETINA
Burung cucakrowo termasuk burung monomorfik di mana tidak ada perbedaan ciri fisik yang terlihat dari luar yang membedakan antara burung jantan dan burung betina. Namun demikian, ada beberapa patokan yang bisa digunakan untuk menentukan jenis kelamin burung cucakrowo oleh penangkar.
Ciri fisik
Jantan: Kepala bulat, dengan bulu berwarna lebih tua, tampak ada semacam belahan bulu; Bulu rahang lebih putih dan tampak bersih cerah; Bulu punggung dan sayap lebih abu-abu, garis-garis hitam putih lebih nyata; Ekor lebih panjang dan menyatu paruh tampak lebih kokoh kuat dan tebal serta agak melengking; Garis hitam di bawah mata tampak lebih jelas.
Betina: Kepala lebih datar, dengan bulu berwarna lebih ringan, dan tidak ada belahan bulu; Bulu rahang lebih kotor, tampak putih keabu-abuan; Garis-garis hitam putih kurang jelas; Ekor lebih pendek dan sedikit agak mengembang; Paruh lebih pipih dan cenderung tampak lebih cantik; Garis hitam di bawah mata dengan warna lebih ringan.
Didengar dari suaranya
Dari suaranya, para penghobi burung pengicau dapat membedakan jenis kelamin burung cucakrowo, walaupun untuk itu perlu dibutuhkan waktu.
Jantan: Lebih sering menyampaikan nada panggil tinggi, keras dan melengking; Banyak variasi nada dan irama yang sering diperdengarkan; Bila berkicau bersama atau berpasangan akan memimpin irama lagunya.
Betina: Suara terdengar besar dan dalam, seakan akan memberi jawaban kicauan burung jantan; Variasi suara lebih monoton dan seolah olah hanya mengikuti saja; Perbandingan ini akan nampak jelas lagi bila dua burung, jantan dan betina, sedang berkicau bersaut sautan saling didekatkan. Namun ada burung betina yang dapat bersuara doble atau ropel, sehingga dalam ini sulit untuk memilih atau menentukan antara jantan dan betina.
MEMILIH BURUNG CUCAKROWO
Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam pemilihan burung bahan atau bakalan pada burung cucakrowo.
1. Postur badan. Pilihlah burung bahan yang berpostur besar memanjang dengan panjang leher, badan dan ekor serta kaki yang serasi. Jangan memilih burung bahan yang berleher, berbadan pendek dan berpostur tubuh kecil.
2. Bentuk paruh, sebaiknya pilih bentuk paruh yang berpangkal lebar, tebal, besar dan panjang. Paruh bagian bawah harus lurus. Jangan memilih burung bahan yang memiliki paruh bengkok. Posisi lubang hidung pilih sedekat mungkin dengan posisi mata.
3. Sayap mengepit rapat dan kaki mencengkram kuat, ini menandakan burung bahan tersebut sehat. Warna kaki tidak berpengaruh terhadap mental burung.
4. Lincah dan bernafsu makan besar. Ini merupakan ciri-ciri burung bahan yang bermental baik.
5. Rajin bunyi, ini menandakan burung bahan tersebut memiliki prospek yang cerah.
6. Leher panjang padat berisi. Menandakan burung bahan ini akan mengeluarkan power suara secara maksimal.
Setelah mengenal burung cucakrowo sebelum memiliki nya sebaiknya para penghobi burung pengicau untuk membeli burung ini ke peternak langsung. Burung cucakrowo merupakan burung klangenan yang seyogyanya jika memungkinkan kita miliki, dengan suara yang merdu dan kencang minimal bisa menetralisir kejenuhan kita setidaknya untuk para penghobi burung pengicau.
Para penghobi burung pengicau pun lebih cenderung mengembangbiakkan burung cucakrowo ini karena dinilai lebih menguntungkan secara ekonomi karena harga jual yang lumayan tinggi, oleh karena itu sudah jarang lomba berkicau untuk burung cucakrowo.