Kisah 74 Kilo

Pagi itu dikejutkan dengan berita yang membuat tidur pagi saya dicommuter terganggu.
Salah satu portal media memberitakan soal ditemukannya 74 kilo emas batangan dan uang tunai di Sentul Bogor.
dari awalnya saya yang ngantuk, jadi tidak ngantuk lagi. tidak sering saya baca captionnya ketika melihat social media
tapi untuk berita itu saya klik caption agar bisa membaca lebih lengkap.
Ya Benar, emas dan lainnya itu ditemukan di rumah Sentul milik Jaksa Agung Jampidsus.
74 Kilo Emas Batangan!!! gokil!!!
entah kenapa saya langsung teringat kawan saya yang baru saja beli emas 2 gram di shoppe dan tiap hari dia terus bicara emas
dan mengikuti perkembangan harga emas.
Ga bener sih ini… Pikir saya dalam hati.
Yang lebih mengejutkan adalah kelanjutan dari “kisah 74 kilo emas” ini.
Oke ini Runutannya ya.
1. Polisi geledah rumah orang kejaksaan, didapat 74 kilo emas dan uang tunai.
2. Sebelumnya Kejaksaan tangkap oknum Polisi terkait MBG.
3. Heboh. Netizen berasumsi Polisi dan Kejaksaan sama-sama tidak bersih.
4. Pemilik rumah konferensi pers bahwa emas dan uang itu bukan miliknya, tapi ada yang punya.
5. Heboh Netizen bersasumsi milik siapa saja barang tersebut. liar.
6. Polri dan Kejaksaan konferensi Pers kalau mereka tetap solid.
7. Kasus dilimpahkan ke Kejaksaan.
8. Emas dan uang ada yang mengakui pemiliknya.
9. Pengacara masuk, Bela Terdakwa.
10. Pengacara salah ngomong
11. Netizen jadi fokus ke Pengacara.
Rapi dan jelas terlihat ya…
“Mereka Rukun, Kasus dipindahkan, bukti ada yang mengakui, fokus ubah ke pengacara…”
Fokus jadi kabur, tokoh utama memudar dan jadi ke hal yang sekunder.
Yah begitulah.
Saya meraih Earphone saya, klik lagu Favorit dan memejamkan mata utk tidur lagi,
karena besok kerja seperti biasa dan bertemu kawan saya yang punya emas di shoppe sebanyak 2 gram.
Hidup berlanjut seperti biasa…