Tulisan Pendek tentang Keturunan Rasul

Tulisan pendek tentang Keturunan Rasul

tmp_6ac06dbe-5801-4a23-91c5-b0f1f8c3d5da

Sebelum kita mulai, saya ingin memberitahu bahwa tulisan ini adalah tulisan santai karena saya tergelitik untuk ikut membahasnya saja. Saya bukan ahli genetik, bukan juga fanatik Habib atau Pemuja Ulama Nusantara. Saya adalah contoh Manusia yang menilai seseorang dengan melihat cara dia memperlakukan orang lain.

Jadi jangan anggap tulisan ini terlalu serius, tapi juga mari kita jangan terlalu santai untuk menyikapinya. jadi maksud saya, mari kita anggap ini adalah tulisan perwakilan dari perbincangan tengah malam para bapak-bapak usia 40 tahun keatas yang memang ketika malam tiba mereka berubah menjadi filsuf tingkat dewa.

Apakah keturunan Ba’alawi itu keturunan Nabi Muhammad SAW ??

Setelah saya baca sana sini, nonton podcast sana sini, merenung sambil melihat langit, dan memperlajari secara singkat tentang DNA (singkat sekali), saya punya argumen seperti ini.

Tarik Nafas, karena ini akan mengguncang Iman anda… Hahahahahahaha….

Saya mulai dengan DNA Haplo J1.

Kode DNA Haplo J1 itu kode DNA siapa??

Iya benar itu Kode DNA Nabi Besar Muhammad SAW. yang diturunkan dari Leluhurnya Bani Hasyim kepada keturunan anak laki-laki mereka.

Tapi kita tidak bisa serta merta mengatakan bahwa semua yang memiliki kode DNA J1 adalah keturunan Nabi Muhammad SAW. akan lebih tepat kalo Kode tersebut adalah keturunan dari Bani Hasyim yang mana merupakan silsilah Nabi Muhammad juga.

Kenapa kode J1 belum tentu bisa dikatakan sebagai keturunan Nabi Muhammad?? karena Nabi Muhammad tidak memiliki keturunan Laki-laki yang hidup. semua wafat pada usia muda, sehingga Rasul tidak menurunkan Gen y DNA yang bisa menjadi rujukan kode genetik Nabi Muhammad SAW.

Analogi, jika Kode DNA saya J1, apakah saya cucu nabi?? belum tentu. tapiii, saya sudah bisa dipastikan dari sisi genetik saya, bahwa saya adalah keturunan Bani Hasyim, tapi saya belum tentu cucu nabi. karena keturunan Bani Hasyim ada banyak tersebar selain Nabi Muhammad SAW.

Lalu jika kita ingin menambah bukti, apakah kita bisa memastikan bahwa kita adalah keturunan Hasan dan Husein dari sisi genetik, hal ini juga akan sulit, karena hasan dan husein dari sisi genetik itu adalah keturunan Ali Bin Abi Thalib, memang ALi menikah dengan fatimah, tapi gen DNA yang tidak bisa berubah itu hanya diturunkan dari sisi ayah, bukan dari sisi ibu.

DNA Dari sisi Ibu adalah DNA Autosomal yang lebih mudah berubah daripada Y DNA yang diturunkan dari sisi ayah. Jadi kalau dari sisi ibu, maka Jejak DNA akan mudah pudar apalagi setelah 1400 tahun keturunan.

Maka dari itu jika ada yang mengklaim bahwa mereka adalah keturunan Nabi, maka itu akan menjadi debat kusir yang tidak akan pernah selesai.

Akan lebih baik jika kita menyikapinya dengan mengambil hikmah dari polemik terkait nasab ini mengkuti sebagian besar ulama yang beranggapan bahwa :

“Di antara hikmah Allah tidak menghendaki adanya keturunan laki-laki Rasulullah yang berlanjut adalah agar Islam tidak berubah menjadi agama yang dipimpin berdasarkan sistem dinasti atau keturunan.”

Lebih baik Mari kita bersama untuk bisa menjadi manusia yang baik atas diri kita sendiri, tanpa tempelan masa lalu kebesaran leluhur atau Nasab kita. biarlah nasab menjadi kebanggan pribadi yang memacu semangat hidup tanpa dijadikan tameng untuk memperalat sekeliling kita.

Allahualam Bisawab.

Ocehanburung

Seorang yang sangat memperdulikan keutuhan dan harga diri bangsanya...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *