Kisah kami ke Bali bawa Mobil sendiri

Kisah kami ke Bali bawa Mobil sendiri.

IMG_9456-01

Mungkin ada yang bilang ini akan sedikit gila, tapi saya dan istri saya melakukannya, ya !!, minggu kemarin saya dan istri melakukan perjalanan dari Tempat tinggal kami di Bogor ke Denpasar Bali dengan Mobil. dan pada tulisan ini saya ingin sharing kepada anda yang juga berminat untuk melakukannya, dari rutenya, juga Tips dan Triknya. Semoga bisa bermanfaat.

Persiapan

Perjalanan kami ke Bali dengan menggunakan mobil bisa dibilang rencana dadakan. Setelah rencana awal adalah untuk mengantar Ibu saya menemui Adiknya disurabaya gagal, dan saya juga istri sudah terlanjur mengambil cuti, Maka kami memutuskan untuk mencoba mengambil jalan darat menuju Bali. Dengan niat awal, jika terasa tidak kuat. Maka kami kembali lagi ke Bogor.

Dan perjalanan yang menurut saya luar biasapun dimulai.

Malamnya Istri saya menyiapkan segala keperluan. pakaian, makanan, Minuman serta uang tunai, Jangan lupa siapkan uang lebih untuk kebutuhan mendadak seperti kena tilang dan lainnnya.

Untuk mobil, karena mobil kami tergolong baru, maka saya tidak begitu banyak menyiapkan untuk keperluannya, namun saran saya, untuk persiapan standar, check kondisi mobil, dari Rem, Stok Air Radiator, Tekanan Udara Ban dan Jika memungkinkan Servicelah standar dulu mobil anda. Browsing di internet juga tidak lupa saya lakukan, dan ada salah satu Blog memberikan saya rute cukup baik untuk melakukan ini (Ini blognya). persiapkanlah semuanya, Karena yakinlah, medan yang akan anda lalui adalah medan yang butuh kendaraan yang tangguh untuk bisa melaluinya, karena tidak jarang saya menemui kendaraan yang keok ditengah perjalanan.

Multivitamin sangat mungkin dibutuhkan dalam perjalanan, pilihlah multivitamin yang cocok dengan tubuh anda. Kebetulan tubuh saya cocok dengan madu, karenanya saya membawanya dalam perjalanan saya. Dan terbukti itu sangat membantu. Dalam perjalanan, saya meminum madu 3 kali sehari. Pagi, siang dan malam.

Satu yang paling penting, jika ada sopir Back up, saran saya gunakanlah Sopir Backup karena Rute yang anda akan tempuh sekitar 1300 Kilometer, atau sekitar 33 jam!! (jika PP maka dikalikan 2). Entah ini hebat atau Apes, Nyatanya kebetulan saya tidak menggunakan Sopir Back up. Dan saya kira ini pengalaman yang akan menjadi Once in a lifetime.

Rute

Dalam perjalanan menuju ke Bali. Kebetulan rute berangkat dan rute pulang saya menggunakan jalur yang berbeda. Berangkat menggunakan Jalur utara atau biasa disebut Pantura. Sedangkan untuk pulang saya menggunakan rute Selatan.

Rute Berangkat (Pergi)

Bogor – Cikampek – Losarang – Ajibarang – Arjawinangun – TOL Palimanan – Kanci – Brebes –Tegal – Pekalongan – Batang – Hutan Alas Roban – Weleri – Kendal – TOL Ungaran – Salatiga –Solo – Sragen – Ngawi – Caruban – Nganjuk – Kertosono – Jombang – Mojokerto – Krian –Sidoarjo (Lumpur lapindo) Jalur ini sangat macet namun dengan lewat sini anda bisa melihat Tragedi Porong. lalu lanjut — Bangil —Pasuruan dilanjutkan melalui kota Probolinggo –Situbondo Dan terus melalui kota-kota pesisir (termasuk banyumas) sampai kota Ketapang.

Sepanjang perjalanan menuju ketapang, saya sarankan untuk berhati-hati dengan Marka Jalan yang ada terutama di daerah menuju PLN Paiton, karena ini daerah tertib lalu lintas, karenanya polisi selalu siap menilang kita jika kita tidak waspada dalam mentaati Marka jalan yang ada terutama soal Salip menyalip kendaraan lain. Total waktu yang diperlukan perjalanan dari Ungaran Ketapang kira-kira 16 jam perjalanan. Kondisi Tubuh Fit dalam membawa mobil mutlak dibutuhkan karena sepanjang perjalanan kita akan menemui Truk-truk besar yang melaju dengan cukup kencang.

Setelah sampai ketapang, maka saatnya Mobil kita naik ke Kapal Penyeberangan (Kapal Ferry). Biaya penyebrangan mobil saya adalah 114 ribu rupiah dan memakan waktu sekitar 1 Jam menuju kota Gilimanuk Bali. Di pelabuhan ini kita bisa melihat atraksi anak-anak mengambil koin yang kita lemparkan ke laut, untuk hobby fotografi ini saat yang tepat mencoba shutter speed anda.

IMG_6306

Setibanya di gilimanuk, saya mengira perjuangan saya sudah selesai, namun ternyata tidak, dan akhirnya saya dan istri memutuskan untuk menyewa hotel di kota Negara, sekitar 25 KM dari Gilimanuk untuk istirahat terlebih dahulu sebelum melanjutkan ke Denpasar. Setelah beristirahat di Hotel yang cukup baik dan punya air panas (air panas sangat cocok buat saya untuk menghilangkan lelah, dan saya anjurkan untuk anda juga mencobanya). Perjalanan dari Kota Negara menuju Denpasar, ternyata masih cukup jauh dan dengan medan yang tidak kalah sulit. Truk-truk besar yang saya temui sepanjang jalan Pantura, masih saya temui juga di perjalanan Kota Negara Denpasar. Jarak sekitar 102 KM saya tempuh dalam waktu sekitar 2.5 Jam. Lalu dari Denpasar, karena tujuan utama saya adalah Objek wisata GWK yang ternyata ada di Nusa dua, maka jarak sekitar 45 KM harus kembali saya tempuh.

IMG_6025 IMG_6101 IMG_6114

Rute Pulang

Jika Berangkat saya melalui Rute Pantura maka pulang kami melalui jalur selatan, Rutenya : Denpasar — Gilimanuk — Ketapang — Ungaran — Sidoarjo — Krian —Mojokerto — Jombang — Nganjuk — Ngawi — Sragen — Yogyakarta – Wates —Purworejo — Kebumen — Banyumas — Wangon — Karang pucung — Majenang —Tasikmalaya — Garut – Nagrek — Bandung — Cianjur — Bogor. (Jawa timur berakhir di Ngawi, Jawa tengah berakhir di Majenang).

Memasuki wangon kita memasuki daerah hutan lindung, yang mendaki dan berliku. Jalannya berliku namun cukup sepi. Beruntung saya melaluinya siang hari, karena jika malam, saya merasa hutan ini terlalu sepi untuk dilalui.

Kami memilih rute berbeda dengan alasan untuk menghilangkan jenuh karena selalu berjibaku dengan truk besar, juga keinginan kami untuk singgah di Yogyakarta. Namun sepertinya keputusan kami untuk lewat selatan agak kurang baik, karena selain rute yang awalnya sama persis dengan rute Pantura, dan baru berbeda ketika memasuki Pertengahan jawa tengah. Juga pada jalur selatan kami harus melalui daerah Hutan Ranca ekek atau yang lebih dikenal Nagrek. Jalan yang berliku dan menanjak serta menurun. Membuat Jantung kami lebih kencang berdebar ketimbang ketika kami melalui Pantura.

Ketegangan kami melalui Ranca ekek bertambah karena kami terjebak malam hari ketika melalui daerah itu. Ditambah dengan cukup banyakanya truk yang mogok sehingga membuat laju jalan macet cukup panjang. Jalan yang kadang berlubang besar juga menuntut kewaspadaan yang lebih dalam berkendara.

Hal itu yang membuat kami memutuskan untuk beristirahat satu malam ketika memasuki daerah jawa barat. Tepatnya di Padalarang. Esoknya kami melanjutkan ke Bogor dan istirahat sebanyak mungkin.

Itulah perjalanan saya menuju Bali.

Total biaya bahan bakar untuk PP sekitar 850 Ribu (300 ribu diantaranya adalah pertamax).

Total jarak Bogor GWK (nusa dua) dan GWK (nusa dua) Bogor Sekitar 2600 KM

Total Waktu Bogor GWK (nusa dua) dan GWK (nusa dua) Bogor 66 Jam.

Catatan : Untuk jarak dan waktu adalah jika kita nonstop tanpa berhenti.

Dan alhamdullilah saya dan istri selamat sampai Bogor Kembali…

Salam Ocehanburung

Ocehanburung

Seorang yang sangat memperdulikan keutuhan dan harga diri bangsanya...

5 Comments

  1. pertamax seliter 8250,perjalanan 2600km butuh 850000rupiah,berarti seliter 25kilo.irit bener tu mobil

  2. Tulisannya sangat informaif. Numpang lapak ya Kak … bai yang mau ke Bali kami menyediakan penginapab murah di Bali untuk keluarga atau rombongan rame2. Info lebih lanjut bisa dilihat di http://balipenginapanmurah.com atau wa di 081238147512. Tks ya kak.

  3. Hallo Kak Admin, blog nya bagus, mengalir, success selalu ya kak …

    Kami menyediakan informasi sewa penginapan murah di Bali bagi Anda yang berencana jalan darat ke Bali mencari penginapan murah rame2 dengan keluarga atau teman-teman tetapi privacy tetap terjaga, bisa dilihat di web di bawah ini:

    http://balipenginapanmurah.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *