Membeli burung bahan

Kebanyakan para pemula membeli burung bahan langsung ke pasar burung, tidak ada yang salah dengan hal tersebut karena semua penghobi atau pecinta bur...


Kebanyakan para pemula membeli burung bahan langsung ke pasar burung, tidak ada yang salah dengan hal tersebut karena semua penghobi atau pecinta burung setiap membeli burung bahan akan selalu mencari ke pasar burung, hanya saja kita sebagai penghobi “burung pengicau” pemula harus siap dengan resiko kegagalan dalam membeli burung bahan (Muda Hutan/MH).

Ada alternatif lain dalam membeli burung bahan karena saat ini sudah mulai banyak para peternak burung bahan untuk jenis – jenis burung  tertentu, sebut saja murai batu, anis merah, cucakrowo, kenari, lovebird, perkutut, parkit sudah mulai di ternak oleh penghobi burung pengicau.

Resiko yang didapat hampir tidak ada karena jika kita beli ke peternak setidaknya burung bahan sudah masuk mulai makan buatan (voer)  berbeda jika kita membeli burung bahan di pasar burung resiko kematian pada burung termasuk tinggi apalagi khusus untuk penghobi burung pengicau baru karena burung bahan tangkapan hutan harus benar-benar extra dalam masa pengevoran dan penjinakkan. Harga burung bahan pun tidak terlalu jauh antara burung hasil ternakan maupun membeli langsung dipasar.

tentunya berbeda dengan penghobi burung pengicau yang sudah terbiasa dan berpengalaman dalam membeli burung bahan karena ada burung – burung tertentu menurut para penghobi burung pengicau lebih bagus dan baik jika membeli burung bahan yang langsung dari penangkapan karena dipercaya volume/suara hutannya masih alami dan keras.

Burung bahan hutan biasanya ditangkap oleh para pencari burung dengan cara dijebak, dijaring dalam jumlah banyak maupun dipancing. Sangat beresiko jika burung bahan didapat karena pancingan karena burung bahan tersebut jika kita beli biasanya 2 s/d 4 hari akan mati. Secara fisik akan sangat sulit melihat burung bahan tersebut ditangkap dengan cara apa, hanya saja untuk penghobi burung pengicau pemula saat membeli burung bahan dipasar carilah burung yang sehat secara fisik (berdiri ditangkringan, giras) tidak layu atau menyendiri dibawah.

Tips umum  membeli burung bahan :

1. untuk mencegah burung bahan setidaknya bukan pancingan carilah penjual burung yang direkomendasikan oleh teman penghobi burung pengicau atau di tempat langganan kita jika memang sudah terbiasa.

2. Untuk pemula jika ingin merawat burung bahan yang mahal seperti murai batu apalagi jenis medan lebih baik beli ke peternak langsung atau setidaknya jika ingin burung bahan MH setidaknya sudah mulai mengumpulkan cara – cara penjinakkan dan pengevoran burung bahan ( bisa dicari di internet ) atau bertanya ke teman penghobi burung pengicau yang sudah berpengalaman.

3. Sebaiknya untuk penghobi burung pengicau pemula daripada beresiko tinggi dalam membeli burung bahan tapi umurnya tidak lama sekarang ini sudah banyak penghobi burung pengicau yang menjual kembali burung bahan hasil rawatannya setidaknya sudah mulai jinak dan makan voer di jaringan internet.

4. Untuk pertama kali sebaiknya pemula membeli burung bahan yang makanannya tidak tergantung voer (makanan buatan), seperti kenari, sanger, blackthroat, lovebird karena makannya sudah tersedia dalam bentuk kenary seed atau cucak ijo atau  cucakrowo tanpa harus dengan proses pengevoran bisa hanya dengan memberikan pisang sebagai makanan pokok. Hindari membeli burung bahan yang nantinya makanan utamanya adalah voer (makanan buatan) seperti murai batu, kacer, tledekan, anis kecuali jika kita sudah siap akan resikonya.

Pengalaman pertama saya saat membeli burung bahan murai batu…..

Selama ini saya jarang membeli burung bahan, biasanya hanya burung bahan tertentu yang saya beli seperti cucak ijo karena proses makanannya bisa tidak perlu dengan voer cukup dengan pisang  atau burung – burung kecil (kenari, sanger, blackthrout) yang makanannya sudah tersedia di kenary seed.

Rasa penasaran muncul disaat saya melihat burung bahan murai batu yang kata penjualnya jenis lampung, biasanya saya beli burung murai batu ke sesama teman atau penghobi burung pengicau lain yang intinya saya tinggal meneruskan saja….

Dengan harga 250 rb per ekor saya membeli satu, semua cara dan petunjuk sudah saya lakukan, dari yang saya pilih burung yang sehat, rapih, tegap dalam berdiri sampai dirumah pun langsung saya isolasi dengan kandang saya tutup koran makanan pun saya beri sesuai dengan petunjuk teman penghobi burung pengicau yang sudah terbiasa bermain murai (artikel pun saya cari di internet sebagai refensi saya yang lain)….

Masuk hari pertama dan kedua burung bahan menunjukkan suaranya ( entah karena beruntung mendapatkan burung yang bermental bagus) , semua aturan perawatan sudah saya lakukan hari – hari berikutnya kondisi burung semakin menurun bukannya membaik, sampai di hari ke 10 akhirnya tergeletak di bawah…

Teman saya sesama penghobi burung pengicau juga heran, biasanya kondisi burung akan membaik asumsi kami hanya satu mungkin pancingan….akhirnya teman menyarankan saya mencoba membeli di tempat biasa dia beli dan saya coba karena stok yang ada borneo akhirnya saya beli untuk menghilangkan penasaran saya. Burung bahan itu hidup sampai akhirnya saya buat tukar tambah dengan burung murai borneo yang sudah mapan untuk klangenan dirumah.

sedikit informasi buat teman – teman penghobi baru burung pengicau sebelum membeli burung bahan, kritik dan saran dari teman – teman yang sudah berpengalaman akan sangat membantu agar artikel tentang burung  ini bertambah wawasan dan informasinya.

5 Responses to “Membeli burung bahan”

  1. [...] pengicau atau Passeriformes adalah ordo terbesar dalam kelas Burung atau Aves di kerajaan Hewan atau Animalia. Sekitar 5.400 spesies atau lebih dari setengah jumlah [...]

Leave a Reply